IEA Peringatkan Krisis Energi Global Lebih Parah dari 1970-an Akibat Konflik Timur Tengah

- Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB
IEA Peringatkan Krisis Energi Global Lebih Parah dari 1970-an Akibat Konflik Timur Tengah

Sebagai respons, IEA dikabarkan sedang berkoordinasi dengan sejumlah negara produsen seperti Kanada dan Meksiko. Tujuannya, mendorong peningkatan produksi minyak untuk menjaga stabilitas pasokan.

Namun begitu, masalahnya bertambah. Ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar juga terganggu akibat serangan yang menargetkan infrastruktur energi. Australia mungkin bisa menambah pasokan, tapi menurut Birol, kontribusi mereka belum akan cukup untuk menutupi kekurangan dari Timur Tengah.

Sebelumnya, IEA sebenarnya sudah bertindak. Mereka melepas cadangan minyak strategis sebesar 400 juta barel untuk meredakan tekanan pasar. Tapi langkah itu diakui hanya bersifat sementara.

"Pelepasan cadangan dapat membantu menstabilkan pasar, tetapi bukan solusi jangka panjang," tegas Birol, seperti dilansir The Arab Weekly.

Data terbaru IEA mencatat sedikitnya 44 aset energi di sembilan negara sudah rusak berat. Jika keadaan terus memburuk, skenario terburuk bisa terjadi. Kebijakan penghematan energi hingga penjatahan mirip yang diterapkan saat pandemi COVID-19 berpotensi diberlakukan kembali. Negara-negara berkembang, yang paling rentan terhadap lonjakan harga, akan merasakan dampaknya paling keras.

Semuanya bergantung pada langkah-langkah selanjutnya di lapangan. Dan waktu terus berjalan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar