Kim Jong Un Kembali Ditetapkan sebagai Presiden Korea Utara dalam Sidang Majelis Rakyat Tertinggi

- Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB
Kim Jong Un Kembali Ditetapkan sebagai Presiden Korea Utara dalam Sidang Majelis Rakyat Tertinggi

Kim Jong Un kembali didapuk sebagai Presiden Korea Utara. Pengumuman itu disiarkan langsung oleh kantor berita pemerintah setempat, KCNA, yang menyatakan pemilihannya terjadi dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi untuk masa jabatan baru. Posisinya sebagai kepala Komisi Urusan Negara badan pembuat kebijakan tertinggi pun dikukuhkan kembali.

Namun begitu, di luar negeri, banyak yang memandang proses ini sekadar formalitas belaka. Para pengamat menyebut pemilihan itu sudah direkayasa sedemikian rupa, hasilnya pun bisa ditebak dari jauh-jauh hari. Tujuannya cuma satu: memberi lapisan legitimasi demokratis pada kepemimpinan yang sudah berkuasa puluhan tahun.

KCNA sendiri, dalam laporannya, bersikukuh bahwa keputusan ini mencerminkan kehendak bulat seluruh rakyat Korea. "Majelis Rakyat Tertinggi DPRK memilih kembali Kamerad Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea," bunyi pernyataan resmi mereka.

Laporan itu juga menegaskan bahwa pengangkatan kembali Kim ke "jabatan tertinggi" adalah wujud dari aspirasi bersama.

Sejarah panjang keluarga Kim memang tak terpisahkan dari negara itu. Kim Jong Un adalah penguasa generasi ketiga, meneruskan tampuk kepemimpinan yang dirintis kakeknya, Kim Il Sung, pada 1948. Ia naik pasca meninggalnya sang ayah, Kim Jong Il, di tahun 2011 dan sejak itu memegang kendali penuh atas negara bersenjata nuklir tersebut.

Lee Ho-ryung, seorang analis dari Institut Analisis Pertahanan Korea, tak ambil pusing dengan ritual politik ini. Menurutnya, ini cuma acara yang sangat terencana dengan akhir yang sudah pasti.

"Sepanjang pemerintahan generasi ketiga, Korea Utara telah menggelar acara-acara seperti ini untuk menunjukkan suatu prosedur dalam upaya mencapai legitimasi politik," ujarnya.

"Tapi ya, jangan harap ada kejutan. Hasilnya selalu sama."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar