Kim Jong Un kembali didapuk sebagai Presiden Korea Utara. Pengumuman itu disiarkan langsung oleh kantor berita pemerintah setempat, KCNA, yang menyatakan pemilihannya terjadi dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi untuk masa jabatan baru. Posisinya sebagai kepala Komisi Urusan Negara badan pembuat kebijakan tertinggi pun dikukuhkan kembali.
Namun begitu, di luar negeri, banyak yang memandang proses ini sekadar formalitas belaka. Para pengamat menyebut pemilihan itu sudah direkayasa sedemikian rupa, hasilnya pun bisa ditebak dari jauh-jauh hari. Tujuannya cuma satu: memberi lapisan legitimasi demokratis pada kepemimpinan yang sudah berkuasa puluhan tahun.
KCNA sendiri, dalam laporannya, bersikukuh bahwa keputusan ini mencerminkan kehendak bulat seluruh rakyat Korea. "Majelis Rakyat Tertinggi DPRK memilih kembali Kamerad Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea," bunyi pernyataan resmi mereka.
Laporan itu juga menegaskan bahwa pengangkatan kembali Kim ke "jabatan tertinggi" adalah wujud dari aspirasi bersama.
Artikel Terkait
Trump Bagikan Video Sketsa yang Perlihatkan PM Inggris Starmer Ketakutan Terima Teleponnya
Restoran Cibiuk di Garut Jadi Favorit Pemudik, Omzet Naik 50% Jelang Lebaran
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Serang Pembangkit Listriknya
Macet Parah H+2 Lebaran, Arus Kendaraan ke Puncak Naik 35%