Heningnya Kepatihan: Uji Coba Car Free Day Dimulai di Kompleks Kantor Gubernur DIY

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:30 WIB
Heningnya Kepatihan: Uji Coba Car Free Day Dimulai di Kompleks Kantor Gubernur DIY

Jumat pagi (23/1) di sekitar Kompleks Kepatihan terasa berbeda. Suasananya lebih hening, lebih lapang. Pemerintah DIY baru saja memulai uji coba perdana Car Free Day di lingkungan Kantor Gubernur. Rupanya, langkah ini langsung mengubah pemandangan.

Sejak sekitar pukul 07.30, yang biasanya ramai oleh derum mobil dan motor, justru dipenuhi oleh para pegawai yang berjalan kaki atau mengayuh sepeda. Kendaraan pribadi pun menghilang dari area kompleks, dialihkan ke tempat parkir resmi seperti di Ketandan. Beberapa pengendara yang coba masuk sempat dihentikan petugas untuk diberi penjelasan.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan tujuan dari uji coba ini. Ia ditemui di kantornya di hari yang sama.

“Ini salah satu bagian bagaimana sedikit mengubah kultur kawasan Kepatihan dan bagaimana terhadap lingkungan, pengurangan emisi,” jelas Made.
“Uji coba yang nantinya akan menjadi bahan kita evaluasi. Kalau ini memang bisa, nanti sebulan dua kali misalnya,” tambahnya.

Menariknya, aturan ini tidak diterapkan secara kaku. Kendaraan tertentu masih diperbolehkan melintas, misalnya mobil dinas Gubernur, tamu penting, kendaraan untuk difabel, hingga sepeda kayuh dan kendaraan listrik.

Di sisi lain, rencana ke depan juga sudah disiapkan. Menurut Kepala Biro Umum dan Protokol, Teguh Suhada, untuk sementara CFD cuma digelar sebulan sekali. “Kalau berjalan lancar, frekuensinya akan kami tingkatkan jadi dua kali sebulan,” katanya.

Respon dari pegawai ternyata cukup positif. Ambil contoh Dwi Nugroho Saputro, salah seorang staf Pemda DIY. Ia malah memanfaatkan momen ini untuk berlari dari rumahnya ke kantor jaraknya sekitar 10 kilometer! Dia berangkat pukul 05.30 dan sampai sejam setengah kemudian.

“Saya mendukung adanya Car Free Day ini. Saya dari rumah tidak membawa kendaraan biasa dari rumah ke kantor jadi CFD tidak jadi kendala,” ujar Dwi.
“Pulang naik Trans Jogja karena dekat rumah ada halte,” imbuhnya.

Uji coba hari Jumat itu memang baru permulaan. Tapi setidaknya, ada usaha nyata untuk menggeser kebiasaan dan memberi ruang bagi udara yang lebih bersih. Tinggal nanti, bagaimana evaluasinya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler