Seekor ular sanca raksasa, kira-kira sepanjang tiga meter, tiba-tiba muncul dari tempat yang tak terduga: saluran pembuangan limbah sebuah rumah pemotongan ayam di Cileungsi, Bogor. Pemilik usaha itu langsung panik. Daripada mencoba menanganinya sendiri, dia memilih menelepon petugas pemadam kebakaran setempat untuk minta bantuan evakuasi.
Komandan regu Damkar Sektor Cileungsi, Zakaria, membenarkan laporan itu.
"Pemilik usaha melihat keberadaan ular di dalam pipa saluran pembuangan limbah pemotongan ayam. Merasa khawatir dengan keberadaan ular tersebut, kemudian melaporkan kepada Damkar Sektor Cileungsi, untuk dilakukan pencarian dan penanganan," jelas Zakaria dalam keterangannya, Selasa lalu.
Laporan itu masuk sekitar pukul delapan pagi. Cukup cepat, tim damkar yang terdiri dari tiga orang langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Tapi, masalahnya tidak sederhana. Begitu tiba, petugas mendapati ular itu bersembunyi di dalam pipa saluran air. Posisinya yang sulit bikin proses evakuasi jadi rumit. Akhirnya, muncul ide untuk menggunakan detergen.
"Tim sempat mendapati kendala," aku Zakaria. Mereka berkoordinasi dengan pelapor untuk menyediakan cairan detergen. Tujuannya sederhana: agar ular merasa tidak nyaman dan keluar dengan sendirinya dari persembunyiannya di dalam pipa.
Strategi itu ternyata berhasil. Setelah disiram detergen, ular sanca sepanjang tiga meter itu pun keluar. Petugas dengan sigap langsung mengamankannya.
Menurut Zakaria, ular tersebut akhirnya dibawa ke markas sektor damkar Cileungsi. Kejadian ini tentu saja jadi pengalaman yang cukup menghebohkan bagi para pekerja di rumah potong ayam tersebut.
Artikel Terkait
TAUD Desak Hakim Perintahkan Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pemerintah Tunda Insentif Mobil dan Motor Listrik, Berbasis Nikel Mulai Juli 2026
Artha Graha Peduli Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia, Masjid Istiqlal Jadi Salah Satu Prioritas
Presiden Prabowo Tiba di Paris untuk Kunjungan Kenegaraan, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis