Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Kamis pagi waktu setempat untuk menjalani kunjungan kenegaraan resmi yang telah lama diagendakan. Kepala Negara mendarat di Bandara Orly sekitar pukul 09.50 waktu setempat, disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou serta regu jajar kehormatan. Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian agenda bilateral yang sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang sejak tahun lalu.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari undangan resmi kenegaraan yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. “Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” ujarnya.
Sambutan hangat juga terlihat dari antusiasme ratusan warga negara Indonesia yang telah menunggu sejak pagi di hotel tempat Presiden menginap. Kehadiran mereka menambah semarak suasana penyambutan di tengah rangkaian kunjungan yang sarat muatan diplomatik tersebut.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Teddy menekankan bahwa kedua negara memiliki peran yang saling melengkapi dalam percaturan global. “Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” katanya.
Di sisi lain, Teddy juga menyoroti posisi strategis kedua negara sebagai gerbang utama hubungan antarbenua. “Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia khususnya Asia Tenggara menuju kawasan Eropa,” lanjutnya.
Sebelum memulai rangkaian agenda kenegaraan, Presiden Prabowo dijadwalkan melaksanakan salat Idul Adha dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris. Kegiatan keagamaan ini menjadi momen awal yang merekatkan kedekatan antara kepala negara dan komunitas diaspora sebelum memasuki pembahasan kerja sama bilateral yang lebih luas.
Artikel Terkait
Pakar Unhas: DPRD Gowa Jangan Gegabah Gunakan Hak Angket Tanpa Data Faktual
TAUD Desak Hakim Perintahkan Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pemerintah Tunda Insentif Mobil dan Motor Listrik, Berbasis Nikel Mulai Juli 2026
Artha Graha Peduli Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia, Masjid Istiqlal Jadi Salah Satu Prioritas