Bagi Herman, makna remisi jauh lebih dalam. Ini bukan cuma soal pengurangan hukuman, melainkan bagian dari sistem yang bertujuan membina dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat. Momentum Idulfitri, katanya, adalah waktu yang pas untuk introspeksi dan mempertegas komitmen untuk berubah.
"Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana tetapi bentuk apresiasi atas kedisiplinan dan keaktifan dalam mengikuti program pembinaan," jelas Herman.
Harapannya jelas: semoga ini jadi penyemangat untuk hidup lebih baik nantinya.
Di sisi lain, perayaan Idulfitri di balik tembok lapas memang punya nuansa tersendiri. Ini bukan cuma simbol kemenangan secara religius, tapi juga jadi pembawa harapan baru. Sebuah awal untuk menata ulang hidup.
"Dengan adanya pemberian remisi khusus ini diharapkan seluruh warga binaan semakin termotivasi," pungkas Herman. Tujuannya agar mereka bisa ikut pembinaan dengan optimal dan akhirnya siap kembali sebagai pribadi yang lebih produktif di tengah komunitas.
Artikel Terkait
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi
Buka Tutup Akses MBZ Diterapkan Lagi Atasi Kemacetan Mudik