Di sisi lain, proyeksi juga datang dari pihak pengelola kawasan. I Made Agus Dwiatmika, General Manager PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) the Nusa Dua, memperkirakan tiga hotel dalam grup InJourney bakal jadi penyumbang okupansi tertinggi di Bali. Mereka memprediksi kenaikan sekitar sembilan persen, sehingga total hunian bisa mencapai 57 persen.
Bukan cuma hotel, tingkat kunjungan ke kawasan wisata premium Badung sendiri diproyeksi bisa tembus 61,25 persen. Angka-angka ini cukup masuk akal mengingat Badung memang jantungnya pariwisata Bali. Data BPS Bali tahun 2024 menunjukkan, dari 593 hotel berbintang di seluruh Bali, 417 di antaranya berkumpul di Badung dengan total kamar hampir 48.300 unit. Belum lagi hotel non-bintangnya yang jumlahnya lebih dari seribu.
Nah, geliat ini mungkin juga didorong oleh kebijakan pemerintah. Sebelum liburan panjang, ada sejumlah paket stimulus yang digelontorkan untuk mendongkrak daya beli, termasuk di sektor pariwisata. Ada diskon tiket transportasi yang cukup menggoda: potongan hingga 30% untuk kereta, kapal, dan tol. Tiket pesawat domestik kelas ekonomi juga dapat diskon 17-18 persen, sementara jasa penyeberangan laut malah digratiskan sama sekali. Kebijakan seperti ini jelas bikin orang makin semangat jalan-jalan.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Jalur Nagreg, 107 Ribu Kendaraan Padati Jalur Mudik
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran