Nyawa yang melayang akibat kecelakaan mudik berkurang 24,61 persen. Angkanya turun dari 191 jiwa di periode sebelumnya, menjadi 144 jiwa pada mudik kali ini. Sebuah penurunan yang patut disyukuri.
Lalu, apa kunci keberhasilan ini? Edi mengakui, dalam penanganan mudik 2026 banyak dilakukan terobosan. Efektivitas rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way) dan arus balik (contra flow), dijalankan dengan lebih matang. Tidak ketinggalan, pengawasan ketat oleh petugas di titik-titik rawan kecelakaan juga diperketat.
Di sisi lain, upaya menekan kemacetan lewat pengaturan lalu lintas yang cermat turut berperan besar. Semua ini, pada akhirnya, bertujuan satu hal: memberi kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat yang pulang kampung.
"Kita melihat Polri telah hadir sebagai pelayan, pelindung dan pengayom untuk masyarakat," pungkas Edi menutup perbincangan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu