Ukar mengakui, pilihan itu diambil karena dia tidak punya mobil tertutup seperti minibus. Tapi baginya, jarak tempuh yang relatif dekat membuat penggunaan mobil bak terbuka tidak terlalu jadi masalah. Yang penting, semua bisa terangkut.
Faktor biaya juga jadi pertimbangan utama. Ukar menghitung, ongkos bensin untuk perjalanan ini tidak sampai seratus ribu rupiah.
Begitulah ceritanya. Di balik risiko dan ketidaknyamanan, ada cerita kepraktisan dan kehematan yang menjadi alasan kuat bagi banyak keluarga seperti Ukar. Mereka memilih untuk berkumpul, dengan cara apa pun yang mereka bisa.
Artikel Terkait
Program Hutan Lestari Pertamina Hidupkan Kembali Ekonomi Warga di Lereng Gunung Agung
Puasa Syawal 2026: Jadwal dan Keutamaan Setara Puasa Setahun
Prabowo: Reformasi Polri Tak Selalui Bergantung pada Komite, Tapi Komitmen Mutlak
Sahroni: KPK Harus Perketat Pengawasan Tahanan Rumah Yaqut