Akses Darat-Laut Dikuasai, Bantuan Akhirnya Sampai ke Korban Banjir Aceh Timur

- Rabu, 03 Desember 2025 | 13:48 WIB
Akses Darat-Laut Dikuasai, Bantuan Akhirnya Sampai ke Korban Banjir Aceh Timur

Kabupaten Aceh Timur perlahan mulai bangkit. Pasca banjir bandang yang melanda sejak Jumat lalu, upaya penyaluran bantuan akhirnya menunjukkan titik terang. Lewat kombinasi operasi udara dan laut, sekitar 70 persen wilayah yang sempat terisolasi berhasil dijangkau oleh tim pemerintah setempat.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, memimpin langsung upaya penembusan ini. Ia menceritakan, akses ke Kecamatan Peunaron yang tertutup longsor kini sudah bisa dilalui untuk mengangkut logistik.

"Sementara di Kecamatan Lokop, di Dusun Karang Kuda yang rumahnya semua tersapu banjir, kita juga sudah bisa tembus," ujarnya.

Untuk bantuan di pusat Kecamatan Lokop, mereka harus menggunakan helikopter. Menariknya, Gubernur Aceh ikut terbang langsung dalam misi udara tersebut.

Selain lewat udara, jalur laut pun tak kalah vital. Pemkab memanfaatkan perahu-perahu nelayan yang masih bisa beroperasi. Pagi tadi, misalnya, sebanyak 3 ton beras dikirim menuju Kecamatan Simpang Jernih menggunakan kapal.

"Kita suplai BBM-nya, sepuluh jeriken, untuk tembus ke sana dari Aceh Tamiang," sambung Iskandar, menjelaskan upaya mereka memastikan transportasi itu bisa berjalan.

Kini, setelah akses mulai terbuka, fokus bergeser ke pemulihan. Iskandar berencana membersihkan lumpur dan memperbaiki jalan yang putus. Tujuannya jelas: agar distribusi logistik bisa lebih lancar dan merata ke semua titik.

"Insya Allah, kalau 2-3 hari lagi saya bersihkan lumpur dan jalan yang putus dengan bantuan alat berat yang saya kerahkan dari warga setempat sudah tembus ke Julok, maka saya akan berangkat ke Julok lagi," katanya dengan penuh tekad.

Di balik upaya pemulihan yang mulai membuahkan hasil, duka masih menyelimuti. Data terbaru yang diungkapkan Iskandar menyebutkan, korban jiwa di Aceh Timur mencapai 30 orang. Ia sendiri sempat turun ke lokasi bencana dan menyaksikan langsung kondisi yang memilukan lumpur di beberapa tempat bahkan setinggi leher orang dewasa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar