Dialog di Jakarta Pusat Bahas Strategi Penguatan UMKM Sawit untuk Ekonomi Desa

- Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB
Dialog di Jakarta Pusat Bahas Strategi Penguatan UMKM Sawit untuk Ekonomi Desa

Di Jakarta Pusat, sebuah dialog digelar untuk menguatkan UMKM yang bergerak di sektor sawit. Inisiatif ini dihelat oleh Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Tujuannya jelas: mendorong pembangunan desa.

Tema yang diangkat cukup panjang, membahas penguatan strategi hilirisasi industri sebagai kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Intinya, mereka ingin memberdayakan dan membina usaha mikro, kecil, dan menengah yang berbasis kelapa sawit.

Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, membuka acara dengan peringatan. Menurutnya, dinamika global yang mengarah pada potensi krisis harus diantisipasi. Caranya? Dengan memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, terutama di tingkat desa.

"LPM punya peran strategis untuk membantu pemerintah mengatasi berbagai masalah masyarakat. Kami sudah mulai memetakan tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas," ujar Ahmad Doli, Senin (20/4/2026).

Dia menambahkan, penguatan ekonomi desa misalnya lewat pengembangan koperasi adalah langkah krusial. Sinergi multipihak mutlak diperlukan. Kolaborasi dengan BPDP sendiri dinilainya membuka peluang besar untuk mengintegrasikan program pemberdayaan yang dampaknya bisa langsung dirasakan warga.

Di sisi lain, dari BPDP, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Helmi Muhansah menegaskan komitmen lembaganya. BPDP bertekad mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui program-program strategis.

"BPDP terus mendorong penguatan dari hulu ke hilir. Itu mencakup program peremajaan kebun, pengembangan SDM, plus dukungan untuk UMKM dan koperasi. Semua ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem," jelas Helmi.

Tak hanya itu, Helmi juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda. BPDP membuka peluang lewat beasiswa di bidang kelapa sawit dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha.

"Kami buka beasiswa bagi anak muda yang ingin mendalami sawit. Ada juga pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi," tuturnya.

Diskusi publiknya sendiri cukup hidup. Hadir sebagai narasumber, antara lain, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rahman dan pelaku UMKM Ir. Rara Sarini. Bagus Rahman menekankan pentingnya transformasi UMKM lewat inovasi dan riset. Kolaborasi lintas sektor, katanya, sangat vital. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci menciptakan UMKM yang lincah dan kompetitif.

Sementara Rara Sarini lebih banyak mengajak. Dia mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, salah satunya dengan mengembangkan UMKM berbasis potensi lokal seperti komoditas perkebunan.

Pada akhirnya, kegiatan semacam ini diharapkan bisa jadi salah satu motor penggerak. Tujuannya untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM dan koperasi petani secara berkelanjutan. Yang lebih penting lagi, membangun sinergi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi ekosistem ekonomi yang inklusif dan tangguh.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar