Lombok Tengah – Puncak arus balik Lebaran tahun depan diprediksi bakal terjadi pada 29 Maret 2026. Itu setara dengan H 7 Idul Fitri 1447 Hijriah. Prediksi ini disampaikan langsung oleh Humas Bandara Internasional Lombok, Hidya Putri Ramadhina, Minggu lalu.
Kalau bicara soal arus mudik, puncaknya justru lebih awal. Menurut data Posko Terpadu Lebaran, tanggal 18 Maret 2026 jadi hari tersibuk. Saat itu, pergerakan penumpang menyentuh angka 10.559 orang. Rinciannya, 6.042 orang tiba dan 4.517 orang berangkat.
Secara keseluruhan, pergerakan sejak 13 hingga 21 Maret 2026 ternyata cukup padat. Totalnya mencapai 77.744 penumpang. “Kedatangan 43.701 orang dan keberangkatan 34.043 orang,” jelas Hidya.
Di sisi lain, untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai sudah mengajukan penambahan penerbangan atau extra flight. Per 15 Maret 2026, ada 14 pengajuan yang masuk.
Tujuannya beragam, mencakup rute Jakarta-Lombok, Lombok-Jakarta, dan Surabaya-Lombok.
“Ada tiga maskapai yang mengajukan, yaitu Lion Air, Citilink dan Garuda Indonesia,” katanya.
Menjelang momen padat ini, pengamanan di bandara pun sudah ditingkatkan. Kapolres Lombok Tengah, Eko Yusmiarto, menegaskan langkah ini penting mengingat Bandara Internasional Lombok adalah pintu gerbang utama ke Pulau Lombok.
Artikel Terkait
Arus Mudik Hari Kedua Lebaran 2026 Masih Padat, Tol Cipali Dipadati 30.000 Kendaraan
Prabowo Buka Investasi Asing dengan Syarat Mutlak: Patuh Aturan dan Hilirisasi
Polres Kuansing Bakar Rakit Penambang Emas Ilegal di Sungai Bawang Atas
Mudik Lebaran 2026 Catat Penurunan Signifikan Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa