“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya,” ujar Silvia kepada para wartawan yang menunggu. “Infonya sih, katanya keluar Kamis malam.”
Dia melanjutkan, kabarnya Gus Yaqut juga tidak ikut salat Idulfitri pada 21 Maret di rutan. “Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada,” katanya.
Menurut Silvia, semua tahanan sebenarnya tahu. Hanya saja mereka bertanya-tanya. “Katanya ada pemeriksaan, tetapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan gitu kan. Sampai hari ini pun enggak ada,” ujarnya. Dia pun menyarankan para jurnalis untuk mengecek kebenaran informasi itu sendiri.
KPK kemudian mengonfirmasi. Ya, Gus Yaqut resmi menjadi tahanan rumah sejak Kamis malam, 19 Maret 2026. Permohonan dari keluarga sebenarnya sudah diajukan sejak 17 Maret, dan KPK memastikan pengawasan tetap berjalan.
Gus Yaqut sendiri ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji Indonesia untuk tahun 2023-2024 pada 9 Januari 2026. Setelah praperadilannya ditolak, dia ditahan pada 12 Maret. Kasus yang oleh BPK disebut merugikan negara hingga Rp622 miliar ini, memang masih panjang prosesnya. Kini, pengawasannya berpindah ke rumah.
Artikel Terkait
Program Hutan Lestari Pertamina Hidupkan Kembali Ekonomi Warga di Lereng Gunung Agung
Puasa Syawal 2026: Jadwal dan Keutamaan Setara Puasa Setahun
Prabowo: Reformasi Polri Tak Selalui Bergantung pada Komite, Tapi Komitmen Mutlak
Sahroni: KPK Harus Perketat Pengawasan Tahanan Rumah Yaqut