Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM

- Minggu, 22 Maret 2026 | 11:15 WIB
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM

Gejolak harga minyak dunia belum juga reda. Pemicunya, konflik antara AS-Israel dan Iran yang terus memanas. Dampaknya merembet ke mana-mana, termasuk ke Asia. Beberapa negara sudah mulai mengambil langkah penghematan, salah satunya dengan menggalakkan kerja dari rumah atau WFH. Kini, Indonesia pun bersiap mengikuti jejak mereka.

Presiden Prabowo Subianto memang menekankan pentingnya penghematan BBM di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Responsnya, pemerintah berencana menerapkan kebijakan WFH satu hari dalam seminggu.

Usai rapat dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan.

"Kajian menunjukkan, dengan harga minyak yang tinggi ini, efisiensi waktu kerja jadi perlu. Nantinya akan ada fleksibilitas untuk work from home. Rencananya, satu hari dalam lima hari kerja," kata Airlangga.

Namun begitu, kebijakan ini belum akan langsung diterapkan. Airlangga menyebut pelaksanaannya baru akan dimulai pasca Lebaran. Rincian waktu pastinya masih digodok.

"Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya," ujarnya singkat.

Teknis rencana WFH sendiri masih dalam tahap penyusunan. Menariknya, imbauan ini tidak hanya ditujukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Airlangga berharap sektor swasta juga turut serta menerapkan kebijakan serupa, untuk memperluas dampak penghematannya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar