Gejolak harga minyak dunia belum juga reda. Pemicunya, konflik antara AS-Israel dan Iran yang terus memanas. Dampaknya merembet ke mana-mana, termasuk ke Asia. Beberapa negara sudah mulai mengambil langkah penghematan, salah satunya dengan menggalakkan kerja dari rumah atau WFH. Kini, Indonesia pun bersiap mengikuti jejak mereka.
Presiden Prabowo Subianto memang menekankan pentingnya penghematan BBM di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Responsnya, pemerintah berencana menerapkan kebijakan WFH satu hari dalam seminggu.
Usai rapat dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan.
"Kajian menunjukkan, dengan harga minyak yang tinggi ini, efisiensi waktu kerja jadi perlu. Nantinya akan ada fleksibilitas untuk work from home. Rencananya, satu hari dalam lima hari kerja," kata Airlangga.
Namun begitu, kebijakan ini belum akan langsung diterapkan. Airlangga menyebut pelaksanaannya baru akan dimulai pasca Lebaran. Rincian waktu pastinya masih digodok.
"Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya," ujarnya singkat.
Teknis rencana WFH sendiri masih dalam tahap penyusunan. Menariknya, imbauan ini tidak hanya ditujukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Airlangga berharap sektor swasta juga turut serta menerapkan kebijakan serupa, untuk memperluas dampak penghematannya.
Artikel Terkait
KPK Benarkan Yaqut Cholil Qoumas Beralih Status Jadi Tahanan Rumah
Polri Siapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa untuk Puncak Arus Balik 24 Maret
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni