Sebelum Indonesia, sejumlah negara tetangga di Asia sudah lebih dulu mengambil langkah serupa. Pakistan, misalnya.
Pakistan Ambil Langkah Drastis
Dilansir AFP, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan serangkaian langkah darurat untuk menghemat bahan bakar. Pemerintahannya meminta separuh dari pekerjanya untuk beralih ke WFH, sekaligus memperpanjang masa libur sekolah.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Harga minyak sempat menembus angka $100 per barel level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina di 2022. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan serangan balasan Iran ke kawasan Teluk yang kaya minyak.
Situasinya cukup pelik bagi Pakistan yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari Teluk. Mereka bahkan terpaksa menaikkan harga BBM di SPBU sekitar 20 persen, yang langsung memicu antrean panjang di mana-mana.
PM Sharif sendiri mengaku ini adalah keputusan yang sulit. Dia ingin menghindari kenaikan harga lebih lanjut yang bisa semakin menyulitkan warganya, yang sebagian besar hidup di bawah garis kemiskinan. Langkah penghematan seperti WFH dianggap sebagai pilihan yang harus diambil.
Artikel Terkait
KPK Benarkan Yaqut Cholil Qoumas Beralih Status Jadi Tahanan Rumah
Polri Siapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa untuk Puncak Arus Balik 24 Maret
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni