Bagi umat Islam di Indonesia, tahun 2030 nanti bakal jadi momen yang cukup unik. Bayangkan, dalam rentang satu tahun kalender Masehi, kita berpotensi menjalani ibadah puasa Ramadan sebanyak dua kali. Sementara Idul Fitri, hanya akan dirayakan sekali saja.
Menurut penjelasan Thomas Djamaluddin, Peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, fenomena langka ini memang mungkin terjadi. Dasarnya sederhana, tapi sering luput dari perhatian: selisih panjang antara tahun Hijriyah dan tahun Masehi.
"Karena 1 tahun Hijriyah sekitar 354 atau 355 hari. Padahal tahun Masehi 365 atau 366 hari," tuturnya.
Nah, selisih sekitar 10-11 hari itulah yang perlahan-lahan menggeser tanggal-tanggal Hijriyah. Akumulasinya, dalam siklus tertentu, bisa membuat bulan Ramadan 'menyapa' dua kali dalam satu tahun Masehi. Kira-kira begini perkiraan rincinya:
Ramadan 5-6 Januari 2030
Idul Fitri 4 Februari 2030
Ramadan 26 Desember 2030
Idul Fitri 24-25 Januari 2031
Jadi, ketika Ramadan sudah jatuh di awal Januari, maka di penghujung tahun yang sama tepatnya Desember kita akan bertemu Ramadan lagi. Idul Fitri-nya? Ya cuma sekali, di awal Februari.
"Tahun 2030 2 kali Ramadhan (Januari dan Desember), 1 kali Idul fitri (4 Februari)," jelas Thomas saat dikonfirmasi, Jumat lalu.
Memang terdengar seperti kejadian langka, tapi secara astronomis, ini adalah konsekuensi wajar dari dua sistem penanggalan yang berjalan beriringan. Satu mengikuti peredaran bulan, satunya lagi mengitari matahari.
Artikel Terkait
Anggota DPR Pati Dukung Penuh Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual Santri di Ponpes Ndholo Kusumo
Pengacara Jokowi Sebut Lambatnya Proses Hukum Kasus Ijazah karena Banyak Bukti dan Saksi
Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian Apresiasi Capaian Imunisasi Anak Sulsel, Dorong Perbaikan Pola Asuh
Menlu Iran Tiba di Beijing di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel, China Jadi Mitra Kunci