Donald Trump kembali meminta bantuan. Presiden AS itu mendesak sekutu-sekutunya untuk mengirim pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz, menyusul langkah Iran yang menutup jalur pelayaran vital itu sejak awal Maret 2026. Penutupan ini, sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel, jelas mengacaukan lalu lintas perdagangan energi global. Tapi, tampaknya, panggilan Trump kali ini jatuh pada telinga yang tak mau mendengar.
Negara-negara Eropa, secara kolektif, menolak permintaan itu. Mereka kompak.
Setelah pertemuan para menteri luar negeri di Brussels, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyampaikan penolakan yang tegas. Suaranya jelas dan tanpa keraguan.
"Kami tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran," ujarnya.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Prabowo Usul Penerapan WFH dan Penghematan Energi Tiru Langkah Pakistan
Real Madrid Singkirkan Manchester City Berkat Gol Telat Vinicius
Bea Cukai Siapkan Infrastruktur Digital Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta