Untuk mendaftar, caranya cukup fleksibel. Bisa lewat website atau aplikasi yang disediakan. Buat yang kurang melek digital, pendaftaran langsung juga dibuka. Datang saja ke kantor Polda, Polres, atau pos-pos pelayanan yang bakal bertebaran selama Operasi Ketupat berlangsung.
Soal sosialisasi, Polri akan gunakan banyak cara. Dari media sosial sampai spanduk dan baliho di jalan. Bahannya nggak cuma ngasih tahu soal pendaftaran, tapi juga diselipin edukasi keselamatan berkendara. Pesan utamanya tetap sama: 'Mudik Aman Keluarga Bahagia'.
Nanti, saat hari-H keberangkatan, peserta diminta datang lebih awal. Minimal tiga jam sebelum bus berangkat. Ini buat registrasi ulang dan pemeriksaan dokumen. Setelah itu, ada proses boarding sesuai nomor bus dan jangan lupa, briefing keselamatan dulu sebelum jalan.
Moda transportasinya pakai bus, dengan kapasitas sekitar 50 penumpang per unit. Rutenya? Akan difokuskan pada jalur-jalur prioritas arus balik. Detailnya akan disesuaikan sama kondisi di tiap wilayah, jadi wewenang Polda setempat.
Irjen Agus menekankan, program ini adalah bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan. Bagian dari upaya besar Operasi Ketupat 2026.
"Melalui program ini diharapkan perjalanan arus balik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat kembali ke tempat aktivitas dengan selamat," pungkasnya.
Di sisi lain, Korlantas Polri juga ngucapin terima kasih ke Polda Metro Jaya. Mereka dianggap sudah memelopori dan menyiapkan program serupa, yang jadi fondasi buat program nasional tahun depan ini.
Artikel Terkait
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyegelan Air Keras ke Aktivis KontraS
Prabowo Tegaskan Batas Defisit Anggaran 3% PDB Tak Diubah Kecuali Darurat Besar
Kapolda Metro Jaya Jamin Transparansi Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Kapolda Metro Jaya Tegaskan Penyelidikan Penyiraman KontraS Gunakan Metode Ilmiah