Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, punya pandangan lain. Dia cenderung meragukan bahwa negaranya jadi sasaran utama.
Ucap Tajani dalam wawancara dengan televisi RAI, Minggu lalu.
Tambahan dari dia.
Meski begitu, Roma tak mau mengambil risiko. Mereka memutuskan untuk menarik sementara personelnya dari Erbil jumlahnya kurang dari 300 orang. Di pangkalan itu, pasukan Italia biasa melatih pasukan keamanan lokal, sebagai bagian dari misi internasional.
Latar belakang semua ini cukup rumit. Sejak akhir Februari lalu, Iran diketahui menargetkan negara-negara yang menampung pangkalan AS di Timur Tengah. Aksi ini disebut-sebut sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel di wilayah mereka. Jadi, situasinya memang panas.
Artikel Terkait
Netanyahu Sindir Rumor Kematian dan Enam Jari, Tegaskan Serangan ke Iran
Netanyahu Tampil di Video, Bantah Rumor Kematian dan Jari Hasil AI
Ketua Umum Projo Prihatin atas Penyiraman Aktivis KontraS, Serukan Penegakan Hukum
BMKG: Panas Terik di Jakarta Dipicu Sinar Matahari Kuat dan Awal Musim Kemarau