Selain huntara, pembangunan hunian tetap juga mulai berjalan meski bertahap. Data yang sama mencatat 110 unit huntap sudah siap huni. Jumlah itu mungkin masih kecil dibanding total rencana 36.669 unit, namun lebih dari seribu unit lainnya sedang dalam pengerjaan.
Pemerintah punya cara lain untuk mengosongkan tenda, yaitu lewat bantuan Dana Tunggu Hunian. Bantuan tunai ini diberikan kepada penyintas yang memilih untuk tidak tinggal di huntara. Hingga kini, penyalurannya diklaim sudah 100 persen, tepat sasaran ke 13.728 penerima di tiga provinsi.
Komitmen untuk segera mengatasi masalah hunian ini sebelumnya ditegaskan langsung oleh Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian. Ia menekankan bahwa pemerintah tak akan membiarkan pengungsi terlalu lama hidup di tenda.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah rapat koordinasi di Kemendagri, Jakarta, awal Maret lalu. Tito memerintahkan semua pihak terkait untuk mempercepat penyelesaiannya.
Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera memang masih panjang. Tapi, dengan mulai berpindahnya para pengungsi dari tenda ke rumah, setidaknya ada secercah harapan bahwa kehidupan mereka perlahan-lahan kembali ke normal.
Artikel Terkait
Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan, Hindari Memaksakan Diri
Anggota Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Saat Tegur Pesta Miras
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Pemerasan, Cak Imin: Kami Prihatin
Oknum Petugas di Pelabuhan Ciwandan Diduga Jual Tiket dengan Harga Lebih Mahal