Mendikbud Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Ramadan

- Minggu, 15 Maret 2026 | 20:45 WIB
Mendikbud Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Ramadan

Ia menambahkan, upaya ini punya tujuan yang lebih luas: membangun masyarakat yang terbuka dan menghargai keberagaman. “Kita ingin membangun masyarakat yang tidak memberi sekat,” jelasnya. Potensi setiap anak, katanya, bisa berkembang asal diberi kesempatan yang sama.

Sementara itu, di tempat yang sama, suasana semakin meriah menjelang buka puasa. Panggung menjadi saksi beragam penampilan mengagumkan dari peserta difabel. Ada alunan hadroh, lantunan ayat suci Al-Qur’an, hingga mengaji dengan bahasa isyarat. Tak ketinggalan, dongeng dan pembacaan puisi turut memeriahkan. Semua itu adalah bukti nyata potensi dan kreativitas yang mereka miliki.

Acara itu juga jadi momen peluncuran beberapa program. Salah satunya komunitas PijatMu, inisiatif dari Muhammadiyah yang menghimpun terapis pijat tunanetra. Tujuannya jelas: memperkuat jaringan dan kemandirian ekonomi.

Ada juga program mudik gratis bagi penyandang disabilitas. Layanan transportasi ini disediakan khusus untuk mereka yang ingin pulang kampung saat Lebaran nanti.

Sebagai bentuk perhatian, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan langsung. Mulai dari paket sembako, perlengkapan ibadah, baju koko untuk anak-anak, sampai Al-Qur’an Braille. Bantuan-bantuan praktis ini diharapkan bisa mendukung aktivitas mereka selama Ramadan.

Pada akhirnya, acara seperti ini menunjukkan satu hal. Pendidikan inklusif bukan cuma wacana di atas kertas kebijakan. Ia perlu diwujudkan dalam aksi nyata yang mempertemukan semua pihak dalam satu ruang kebersamaan. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memupuk empati, sekaligus mengingatkan bahwa komitmen ini harus terus bergulir.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar