Semuanya berawal dari serangan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Serangan itu merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kematiannya langsung memicu gelombang pembalasan dari Tehran.
Di sisi lain, isolasi digital yang dialami Iran sejak perang mulai ikut mempengaruhi situasi. Negara itu praktis terputus dari dunia karena pemadaman internet total. Untuk menjangkau dunia luar, tak sedikit warga yang nekat menggunakan terminal Starlink milik SpaceX teknologi satelit asal AS yang jelas-jelas dilarang di sana.
Bahkan, kantor berita resmi IRNA baru-baru ini melaporkan penangkapan seorang individu. Orang ini diduga mengirimkan informasi ke saluran televisi Iran International yang berbasis di London menggunakan perangkat Starlink tersebut.
Saluran itu sendiri sudah dicap bermasalah oleh Tehran. Sejak Januari, Iran melarang segala bentuk kerja sama dengan Iran International, yang mereka sebut sebagai "afiliasi dari rezim Zionis".
Artikel Terkait
Petugas KAI Bergerak di Stasiun Pekalongan Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran
Arus Mudik Mulai Padati Rest Area Tol Jakarta-Merak, Puncak Diprediksi 18 Maret
Delapan Anggota Polisi Gaza Tewas dalam Serangan Udara Israel di Zawaida
KPK Tegaskan Penindakan Korupsi Tetap Berjalan Jelang Libur Lebaran 2026