“Presiden berkali-kali menekankan, judol adalah ancaman serius bagi bangsa. Intinya satu: praktik ini harus diberantas. Makanya, kami di TVRI punya tanggung jawab untuk memberi literasi pada masyarakat. Biar euforia Piala Dunia nggak dikotori oleh taruhan,” jelas Ezki dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, sepak bola punya kekuatan magis untuk menyatukan orang. Nanti, saat pertandingan dimulai 11 Juni 2026, jutaan orang akan berkumpul dalam berbagai nobar.
Tapi Ezki mengingatkan, momen kebersamaan itu jangan sampai rusak.
“Piala Dunia itu hiburan rakyat, bukan panggung judi. Orang berkumpul untuk bersorak dan senang bersama. Jangan sampai ajang yang mestinya mempersatukan malah jadi ajang taruhan,” tegasnya.
Jadi, pesannya jelas. Mari sambut pesta sepak bola dunia ini dengan semangat sportivitas dan kegembiraan yang murni. Bukan dengan spekulasi yang justru bisa menghancurkan.
Artikel Terkait
Delapan Anggota Polisi Gaza Tewas dalam Serangan Udara Israel di Zawaida
KPK Tegaskan Penindakan Korupsi Tetap Berjalan Jelang Libur Lebaran 2026
Satgas PRR Berhasil Kosongkan Tenda Pengungsian di Sumut dan Sumbar
Iran Tegaskan Tidak Akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat