Ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran kembali memanas. Kali ini, sasarannya adalah Pulau Kharg, pusat ekspor minyak vital bagi negara tersebut. Tak cuma itu, Trump juga mendesak sekutu-sekutu Amerika untuk segera mengirimkan kapal perang mereka. Tujuannya jelas: mengamankan Selat Hormuz, jalur air sempit yang jadi urat nadi pasokan energi global.
Dalam wawancara dengan NBC News, Minggu lalu, Trump terlihat sangat percaya diri. Dia menyebut serangan AS sebelumnya telah "benar-benar menghancurkan" sebagian besar fasilitas di pulau itu. Namun, ancamannya tidak berhenti di situ. Ada nada lain dalam pernyataannya, yang terdengar lebih seperti tantangan.
"Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," ujar Trump.
Pernyataan itu jelas menandai sebuah peningkatan. Sebelumnya, pemerintah AS selalu bersikeras bahwa mereka hanya menargetkan situs-situs militer di Kharg. Kini, nada bicaranya berubah, lebih provokatif dan terbuka.
Di sisi lain, respons dari Tehran datang dengan cepat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, langsung bersuara lantang. Dia menegaskan bahwa Iran akan membalas setiap serangan yang menyentuh fasilitas energinya. Ancaman itu bukan main-main.
Artikel Terkait
Warga Rumbai Timur Lega, Jalan Teluk Leok yang Terbengkalai 10 Tahun Akhirnya Diperbaiki
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran
Iran Pertimbangkan Lintas Tanker di Hormuz dengan Syarat Bayar dalam Yuan
Persija Kejar Gelar di Tengah Krisis Pemain, Hadapi Dewa United di JIS