Menurut sejumlah saksi dan analisis, Araghchi bahkan memberikan rincian yang cukup mengejutkan. Dalam wawancara dengan saluran MS NOW, dia mengklaim serangan AS diluncurkan dari dua titik di Uni Emirat Arab: Ras Al-Khaimah dan suatu lokasi yang disebutnya 'sangat dekat dengan Dubai'.
"Ini tindakan yang berbahaya," tegas Araghchi. "Kami akan berusaha berhati-hati agar tidak menyerang daerah berpenduduk di sana."
Klaim tersebut, tentu saja, menimbulkan gelombang pertanyaan. Namun, Komando Pusat AS, yang membawahi operasi militer di Timur Tengah, memilih diam. Mereka menolak berkomentar soal rincian yang disebutkan oleh pejabat Iran itu.
Situasinya kini seperti bara dalam sekam. Ancaman terbuka dari Washington, diimbangi janji balasan dari Tehran, membuat ketegangan di kawasan itu makin terasa. Apa yang awalnya seperti operasi terbatas, kini berpotensi merambah ke konflik yang lebih luas dan berisiko.
Artikel Terkait
Warga Rumbai Timur Lega, Jalan Teluk Leok yang Terbengkalai 10 Tahun Akhirnya Diperbaiki
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran
Iran Pertimbangkan Lintas Tanker di Hormuz dengan Syarat Bayar dalam Yuan
Persija Kejar Gelar di Tengah Krisis Pemain, Hadapi Dewa United di JIS