Di kediamannya yang tenang di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla menyampaikan rasa prihatinnya. Mantan Wakil Presiden itu menyayangkan serangan keji terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis dari KontraS. "Soal yang kena air keras, tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi," ucap JK, Sabtu lalu.
Suaranya terdengar berat. Pikirannya langsung melayang ke peristiwa lama yang mirip, yang menimpa Novel Baswedan dari KPK dulu. Menurutnya, penyiraman air keras bukanlah hal sepele. Ini serius.
"Dengan harapan polisi betul-betul (mengusut kasusnya), karena ini setelah KPK dulu si Novel Baswedan itu, nah ini lagi, kena lagi," tuturnya lagi.
Ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas. JK punya firasat, kejadian ini pasti terkait dengan isu-isu yang selama ini diangkat oleh Andrie. "Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu," katanya.
Lalu ia melanjutkan, "supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya eh kegiatan yang bersangkutan. Jadi perlu kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan bertindak begitu."
Peristiwa mencekam itu sendiri terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul setengah dua belas, di kawasan Salemba, Senen. Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan dua pria berboncengan motor. Mereka melintas, lalu memutar balik.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Dua Kios Penjualan Obat Keras Ilegal di Jakarta Selatan
KPK Tetapkan Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Akademisi Kritik Rancangan Perpres Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Serukan Penghentian Kekerasan