Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss

- Minggu, 18 Januari 2026 | 16:25 WIB
Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss

Minggu siang itu, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Presiden Prabowo Subianto akhirnya bertolak. Tujuannya: Inggris dan Swiss untuk serangkaian pertemuan penting. Lawatan ini cukup padat, menjadwalkan pertemuan mulai dari Raja Charles III hingga Perdana Menteri Inggris yang baru, Keir Starmer.

Sebelum pesawatnya meninggalkan Jakarta, Prabowo sempat menemui Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan singkat itu, menurut unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, membahas laporan perkembangan informasi terkini. “Di Halim, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini untuk selanjutnya terbang menuju London,” tulis akun tersebut.

“Pada hari Minggu siang ini, 18 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss untuk menghadiri beberapa pertemuan,”

Begitu mendarat di London, agenda langsung berjalan. Pertemuan puncak dengan PM Keir Starmer menjadi prioritas. Kabarnya, mereka akan membahas kerja sama strategis antara kedua negara, dengan fokus pada ekonomi dan isu maritim.

Tak cuma itu. Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III. Pertemuan dengan sang raja konon akan banyak menyoroti isu lingkungan. Topik seperti pelestarian alam dan konservasi gajah disebut-sebut akan menjadi bahan pembicaraan, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi global.

Dari Inggris, perjalanan dilanjutkan ke Swiss. Di Davos, Presiden akan tampil di forum dunia yang paling bergengsi.

“Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta,”

Selain pidato utama, Prabowo juga akan terlibat dalam dialog strategis. Lawannya? Para CEO dari perusahaan-perusahaan terkemuka dunia. Sebuah kesempatan untuk mempresentasikan visi Indonesia di hadapan pemimpin bisnis global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar