kata seorang petugas pemantau yang sedang berjaga. Suaranya terdengar tenang, meski matanya terus awas memantau layar monitor.
Kelancaran ini bukan tanpa sebab. Gardu tol dioperasikan secara penuh, upaya optimalisasi yang nyata-nyata berpengaruh. Transaksi berjalan cepat, antrean pun tak sempat mengular. Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga. Petugas di lapangan sudah bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk: lonjakan yang diprediksi bakal makin menjadi-jadi begitu malam tiba.
Koordinasi dengan kepolisian pun terus digencarkan. Tujuannya satu: mencegah penumpukan kendaraan sampai ke jalur utama tol.
Nah, buat para pemudik yang masih dalam perjalanan, ada pesan sederhana dari pengelola tol. Pastikan saldo e-toll kalian cukup sebelum sampai gerbang. Hal sepele, tapi kalau diabaikan bisa bikin rame sendiri dan menghambat yang lain. Dan yang tak kalah penting, waspadai titik lelah. Perjalanan jauh dari Jakarta ke Jawa Tengah itu melelahkan, butuh konsentrasi penuh. Jangan dipaksakan.
Untuk sekarang, arus masih terkendali. Tapi suasana mudik yang sesungguhnya, tinggal menunggu waktu.
Disunting oleh: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Serukan Penghentian Kekerasan
Aktivis HAM Andrie Yunus Disiram Air Keras, JMSI Sebut Serangan terhadap Demokrasi
Antrean Motor Pemudik Padati Pelabuhan Ciwandan pada Malam Hari
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terasa, Tiket H-4 di Stasiun Gambir Laku 50.000