Keramaian mulai terasa. Di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, geliat arus mudik Lebaran 2026 sudah kentara. Untuk tanggal favorit, H-4 Lebaran saja, tiket yang laku sudah mencapai angka 50.000. Bisa dibayangkan betapa ramainya nanti.
Puncak kepadatan diprediksi bakal terjadi antara 16 sampai 19 Maret 2026. Angka-angka itu bukan cuma sekadar data, tapi bukti nyata betapa masyarakat ingin cepat pulang. Tujuannya jelas: menghindari kerumitan dan kemacetan di hari-hari yang semakin mepet dengan hari raya.
Suasana di peron punya ceritanya sendiri. Penuh dengan tawa, harapan, dan tentu saja, barang bawaan yang menumpuk. Uci, seorang pemudik dari Tangerang yang hendak ke Cirebon, adalah salah satu dari ribuan wajah di sana. Ia tak sendirian, ditemani anak dan cucu, plus segunung bingkisan untuk sanak famili di kampung.
"Rasanya senang banget bisa kumpul bareng keponakan dan keluarga. Momen yang paling dirindukan itu saat salat tarawih dan Idulfitri bersama keluarga di kampung,"
Ucapnya sambil menunggu jadwal keberangkatan. Kalimat sederhana itu sebenarnya mewakili perasaan jutaan orang lainnya.
Melihat antusiasme yang meluap-luap ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun angkat bicara. Mereka mengimbau para calon penumpang untuk mempertimbangkan tanggal keberangkatan lain. Tujuannya, ya supaya tidak terjadi penumpukan massa yang bisa bikin ruwet, terutama di area Daop 1 Jakarta.
Nasihat lain yang penting: datanglah lebih awal. Proses check-in dan verifikasi dokumen butuh waktu. Jangan sampai karena telat, perjalanan pulang yang dinanti jadi tertunda.
Soal tiket, jangan khawatir. Informasi terbaru mengenai jadwal dan ketersediaannya bisa dipantau lewat kanal resmi KAI. Aplikasi KAI Access juga bisa diandalkan untuk pesan tiket secara daring. Intinya, persiapan yang matang adalah kunci utama mudik yang lancar.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Iran soal Kesepakatan Nuklir, Unggah Foto AI ‘No More Mr Nice Guy’
BGN Beri Penghargaan Dapur Terbaik ke SPPG Binaan Polri di Jakarta Utara
Razia Daycare di Yogyakarta, 33 Lembaga Terindentifikasi Belum Miliki Izin Operasional
Misi Dagang Jatim di Malaysia Capai Transaksi Rp15,25 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah