Upaya pemakzulan kini mengincar Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Sejumlah anggota masyarakat sipil menggugatnya, menuding ada penipuan sistematis terhadap uang rakyat. Nilainya? Miliaran dolar AS, yang katanya dikorupsi lewat proyek pengendalian banjir fiktif.
Kemarahan warga Filipina sendiri sudah lama membara. Dalam beberapa bulan terakhir, isu proyek infrastruktur fiktif ini terus memanas. Negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa itu kerap dilanda bencana. Tahun lalu, sejumlah topan dahsyat menghantam dan menenggelamkan banyak kota. Banjir di mana-mana, sementara proyek pengendaliannya disebut cuma ada di atas kertas.
Menurut laporan AFP, Kamis (22/1/2026), aduan ini tak sendirian. Blok Makabayan, koalisi partai politik sayap kiri, turut mendukung gugatan tersebut.
Inti tuduhannya: Marcos Jr dianggap mengkhianati kepercayaan publik. Mereka menyebut sang presiden sengaja memasukkan proyek-proyek 'abal-abal' ke dalam anggaran nasional. Tujuannya cuma satu, mengalirkan dana negara kepada sekutu dan kroninya.
Artikel Terkait
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut
Longsor di Jalur Maja-Tigaraksa, Layanan KRL Green Line Terganggu
Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi
Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru