Irjen Agus Buka Pidato dengan Pantun, Di Baliknya Ada Terobosan Digitalisasi Layanan SIM

- Selasa, 25 November 2025 | 20:50 WIB
Irjen Agus Buka Pidato dengan Pantun, Di Baliknya Ada Terobosan Digitalisasi Layanan SIM

Di ballroom The Westin Jakarta yang megah, Selasa (25/11) lalu, suasana sempat riuh oleh tawa. Penyebabnya? Irjen Agus Suryonugroho dari Kakorlantas Polri tiba-tiba membuka pidato penerimaan penghargaannya dengan sebuah pantun.

"Hitam-hitam kereta api," ujarnya, disambung senyum dari para tamu undangan. "Kakorlantasnya boleh hitam, Bapak-Ibu yang hadir, Kakorlantas sangat menghormati."

Momen santai itu terjadi dalam acara detikcom Awards 2025, di mana Irjen Agus dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Digitalisasi Layanan Publik dan Keselamatan Lalu Lintas.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya. Penghargaan ini, katanya, bukan sekadar piala. Melainkan sebuah motivasi kuat untuk terus bekerja lebih baik lagi ke depan.

"Terima kasih atas penghargaan ini, kami sangat mengucapkan apresiasi kepada detik dan tentunya kami sangat terima kasih kepada Bapak Kapolri yang selalu memberi semangat untuk merevitalisasi digital sehingga Polri bisa melayani masyarakat dengan modern, adaptif, dan tentunya Polri akan selalu semangat karena motivasi daripada detikcom hari ini,"

Di balik pantun dan ucapan terima kasangnya, ada kerja nyata. Irjen Agus disebut-sebut berhasil melakukan transformasi digital yang cukup signifikan di tubuh Korlantas Polri. Lewat aplikasi Digital Korlantas Polri, kini urusan seperti perpanjangan SIM, pembayaran pajak kendaraan, hingga pengecekan data bisa dilakukan dalam satu platform. Praktis.

Tak cuma urusan layanan, penegakan hukum juga jadi perhatian. Sistem E-TLE diperkuat jangkauannya di berbagai daerah. Tujuannya jelas: agar penindakan pelanggaran lalu lintas lebih objektif dan benar-benar berbasis data, bukan sekadar feeling.

Inovasi-inovasi seperti SIGNAL, SINAR, e-BPKB, dan ERI juga turut disebut berperan mempermudah masyarakat. Semua dirancang agar urusan administrasi kendaraan tak lagi harus antre berjam-jam, cukup dari genggaman tangan.

Namun begitu, Agus rupanya tak mau terjebak pada angka dan teknologi semata. Ia menekankan pentingnya sentuhan pelayanan yang humanis. Kombinasi inilah yang dinilai mampu mendukung program presisi Polri dan visi besar Indonesia Emas 2045.

Acara detikcom Awards 2025 sendiri mengusung tema 'Apresiasi Karya Insan Nusantara, Merajut Indonesia Gemilang'. Penghargaan ini ditujukan bagi para individu, pelaku usaha, dan unsur pemerintah yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata serta menorehkan prestasi bagi bangsa. Intinya, ini adalah cara untuk menjaga semangat berkarya dan dedikasi di rumah besar Indonesia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar