Fase ini dipicu oleh lonjakan hormon progesteron yang mempersiapkan rahim untuk kemungkinan kehamilan. Kalau nggak terjadi pembuahan, ya muncul deh gejala-gejala yang familiar: kembung, jerawat, payudara nyeri, plus mood yang naik turun. Deepsikha mendeskripsikannya sederhana: ini adalah minggu-minggu sebelum menstruasi.
Lalu, kenapa bisa bikin pikiran nggak jernih? Rupanya, estrogen memicu penurunan dopamin si hormon bahagia. Akibatnya? Muncul kabut otak, sensitivitas emosional meningkat, dan kejernihan kognitif menurun. Jadi ya, berpikir fokus jadi hal yang sulit.
Karena itu, Deepsikha punya saran tegas.
Intinya, ia memperingatkan agar kita sebisa mungkin menghindari mengambil keputusan besar hidup selama fase ini. Saat estrogen dan dopamin berada di titik terendah, logika kita bisa nggak bekerja optimal. Jadi, kalau bisa, tunda dulu putusan-putusan penting. Tunggu sampai pikiran lebih cerah.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Serukan Penghentian Kekerasan
Aktivis HAM Andrie Yunus Disiram Air Keras, JMSI Sebut Serangan terhadap Demokrasi
Antrean Motor Pemudik Padati Pelabuhan Ciwandan pada Malam Hari
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Terasa, Tiket H-4 di Stasiun Gambir Laku 50.000