Ini bukan cuma soal darat. BMKG juga mengidentifikasi potensi gangguan di udara. Pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang ganas, dengan peluang lebih dari 75 persen, terpantau di jalur penerbangan sekitar Laut Maluku dan Papua utara. Bagi para penumpang pesawat, ini tentu jadi perhatian serius.
Laut pun tak kalah bergejolak. Gelombang setinggi lebih dari 2,5 meter diprakirakan terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua. Bisa dibayangkan dampaknya bagi kapal-kapal yang melintas.
Belum cukup sampai di situ. Masyarakat yang tinggal di pesisir harus bersiap. “Masyarakat pesisir di sejumlah wilayah juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” kata Andri lagi.
Menanggapi kondisi ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tapi kewaspadaan jangan sampai kendor. Ia menekankan pentingnya mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. “Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, maupun udara melalui kanal resmi BMKG agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” pesan Faisal.
Intinya, persiapan matang dan informasi akurat adalah kunci utama menghadapi musim mudik tahun ini. Selamat di jalan, dan selalu utamakan keselamatan.
Artikel Terkait
King Kobra 4 Meter Dievakuasi Damkar dari Permukiman Warga di Bogor
KPK Bongkar Modus Pemerasan Bupati Cilacap Berkedok THR Forkopimda
Ahli Peringatkan: Hindari Ambil Keputusan Besar Saat Fase Luteal Menstruasi
Kapolri Beri Atensi Khusus, Polri Kerahkan Bareskrim Ungkap Kasus Penyiraman Aktivis KontraS