Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Selasa (17/3) dan Rabu (18/3) besok. Estimasi penumpang untuk dua hari krusial itu masing-masing mencapai 17.271 dan 27.607 orang. Bayangkan kerumitannya.
Namun begitu, Kombes Budi menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan punya fungsi yang lebih luas dari sekadar pengamanan. Mereka juga jadi ujung tombak pelayanan. "Petugas pelayanan di Posyan Stasiun Gambir juga bekerjasama dengan petugas Stasiun Besar Gambir, TNI, Pramuka dan tenaga kesehatan untuk membantu kelancaran dan kenyamanan mudik," jelas Budi.
Kerja sama itu mencakup banyak hal. Mulai dari keamanan saat naik kereta, penanganan barang hilang, sampai pelayanan khusus untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan penyandang disabilitas. Intinya, mereka berusaha memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar dan tetap manusiawi di tengah kepadatan yang tak terelakkan.
Jadi, di balik angka statistik dan prosedur keamanan yang ketat, ada upaya untuk menyisipkan sentuhan personal. Patroli dengan pendekatan mengobrol itu salah satu bentuknya. Sebuah ikhtiar sederhana untuk membuat momen mudik yang seringkali melelahkan, terasa sedikit lebih ringan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Pelabuhan Merak
Megawati dan Pramono Anung Resmikan Taman Bendera Pusaka sebagai Paru-Paru Baru Jakarta
Simpang Jomin Masih Lancar Jelang Puncak Mudik, Dishub Siaga Antisipasi Kemacetan
Ketua Projo Serukan Kewaspadaan Nasional dan Patriotisme Hadapi Dampak Global