Nah, fenomena yang sering dilihat itu, pemudik motor suka bawa barang numpuk di depan dan belakang. Ditambah lagi bawa anak-anak. Komarudin soroti, kondisi kayak gini rawan banget bikin kecelakaan. Apalagi cuaca sekarang sering berubah-ubah secara mendadak, bikin situasi makin sulit ditebak.
Selain bikin perjalanan jadi nggak nyaman, barang bawaan yang jatuh atau nggak muat bisa jadi ancaman serius. Pesan yang sama juga berlaku buat mobil. Jangan sampai menaruh barang di atap secara berlebihan sampai melebihi kapasitas. Itu sama-sama berbahaya.
Lalu, gimana tindakan polisi di lapangan? Komarudin menegaskan, mereka lebih mengutamakan pendekatan preventif. Artinya, petugas akan lebih banyak melakukan pencegatan untuk kasih himbauan dan ajakan. Intinya, mengajak pemudik untuk merapikan barang bawaannya agar lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan.
"Penegakan hukum itu opsi terakhir. Kami akan sasar pemudik yang overload, tapi kami ajak beresin dulu. Edukasi adalah prioritas kami," tegas Komarudin.
Artikel Terkait
Hari Pertama Operasi Ketupat 2026 Berjalan Lancar, Arus Lalu Lintas Terkendali
Pikap Tertabrak KRL di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Parung Panjang
Wild & Fiery Tayang, Tawarkan Drama Perebutan Tahta dan Balas Dendam Keluarga
Indonesia Harapkan Suksesi Pemimpin Iran Buka Jalan Perdamaian di Timur Tengah