Hari Pertama Operasi Ketupat 2026 Berjalan Lancar, Arus Lalu Lintas Terkendali

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 02:45 WIB
Hari Pertama Operasi Ketupat 2026 Berjalan Lancar, Arus Lalu Lintas Terkendali

Hari pertama Operasi Ketupat 2026, Jumat kemarin, ternyata berjalan cukup mulus. Begitulah kesan yang disampaikan langsung oleh Kakorlantas, Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Meski volume kendaraan di jalan terpantau meningkat, arus lalu lintas secara umum masih bisa dikatakan terkendali.

"Hasil pemantauan hari ini kondisi arus masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan,"

kata Agus di Gedung JTMC Jasa Marga, Bekasi, Sabtu dini hari. Suasana di lokasi terasa tenang meski jam sudah menunjukkan waktu yang larut.

Tak cuma soal kemacetan, polisi juga mengawasi ketat aspek keamanan dan ketertiban. Hasilnya? Sama. Situasi harkamtibmas dilaporkan stabil, tanpa ada kejadian besar yang mengganggu.

"Kami laporkan sampai saat ini harkamtibmas juga cukup terkendali, tidak ada peristiwa menonjol. Kamseltibcarlantas ada peningkatan, namun belum signifikan,"

ucapnya menjelaskan. Artinya, meski lalu lintas bertambah padat, tingkat keselamatan dan kelancarannya belum terganggu secara berarti.

Pandangan serupa datang dari Mentransportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menilai kondisi hari pertama operasi ini relatif kondusif. Kendati lalu lintas terpantau lebih padat dari hari biasa, situasinya tetap lancar.

"Sejauh ini yang kami lihat masih berjalan agak sedikit di atas normal, tapi relatif cukup berjalan dengan kondusif,"

kata Dudy. Namun begitu, pihaknya tidak akan lengah. Mereka memprediksi puncak arus perjalanan justru akan terjadi pada hari kedua, Sabtu ini. Pemantauan ketat akan terus dilakukan.

Operasi besar-besaran ini sendiri direncanakan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026. Bayangkan, ada lebih dari 161 ribu personel gabungan yang diterjunkan untuk mengawal mudik tahun ini.

Persiapan pun terlihat matang. Polri menyiagakan ribuan pos, tepatnya 2.746 titik, yang tersebar di berbagai lokasi. Pos-pos ini dibagi untuk fungsi pengamanan, pelayanan, dan yang terpadu sebagai pusat informasi bagi pemudik.

Fokus pengamanan juga diperlebar. Tidak hanya di jalan, tapi juga menyasar tempat-tempat keramaian seperti masjid, lokasi salat Id, objek wisata, hingga pusat transportasi seperti bandara dan stasiun. Semua itu dilakukan demi satu tujuan: memastikan perjalanan masyarakat aman dan nyaman sampai tujuan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar