Di sisi lain, Gedung Putih sudah lebih dulu angkat bicara. Mereka membantah keras laporan-laporan media yang memberitakan ancaman drone Iran itu.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, bersikap tegas. "Untuk memperjelas: Tidak ada ancaman semacam itu dari Iran terhadap wilayah kita. Dan tidak pernah ada," tegasnya lewat sebuah pernyataan di media sosial X.
Pernyataan itu dikeluarkan Kamis malam, menolak klaim bahwa Teheran berencana membalas AS dengan menyerang Pantai Barat menggunakan drone.
Leavitt secara khusus menyoroti pemberitaan ABC News. Media itu disebutnya menyebarkan informasi berdasarkan satu email berisi "informasi yang tidak terverifikasi" yang dikirim ke penegak hukum lokal. Padahal, dalam email itu sendiri disebutkan bahwa intelijennya belum diverifikasi sebuah detail krusial yang katanya diabaikan oleh pemberitaan.
"Unggahan dan berita ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News," serunya. Alasannya, pemberitaan itu dianggap sengaja menimbulkan kecemasan di kalangan publik Amerika dengan informasi yang palsu.
Jadi, sementara media ramai membahas, pihak Gedung Putih dan Trump sendiri justru menyangkal. Yang satu dengan pernyataan resmi, yang satunya lagi dengan candaan dan sikap acuh tak acuh.
Artikel Terkait
Wild & Fiery Tayang, Tawarkan Drama Perebutan Tahta dan Balas Dendam Keluarga
Indonesia Harapkan Suksesi Pemimpin Iran Buka Jalan Perdamaian di Timur Tengah
Korlantas dan Menhub Pantau Arus Mudik, Kondisi Dinyatakan Masih Terkendali
Pemkot Semarang Klaim 97 Persen Jalan Siap Sambut Mudik Lebaran