Untuk mengatur arus mudik, telah diterbitkan Surat Keputusan Bersama. Aturan ini mencakup pengaturan lalu lintas, penyeberangan, hingga proyek konstruksi selama periode liburan. Nantinya, akan diterapkan sistem seperti "delaying system", "buffer zone", dan "first come first in" untuk mengurai kemacetan.
Kapolres juga mengingatkan ancaman keamanan yang mungkin muncul. Mulai dari kejahatan konvensional, aksi premanisme, sampai balap liar. Antisipasinya? Patroli bersama yang melibatkan unsur masyarakat, pendataan rumah kosong, serta layanan penitipan kendaraan.
Ancaman lain datang dari alam. Menjelang musim liburan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir atau longsor perlu diwaspadai. Karena itu, tim tanggap darurat beserta sarana prasarananya telah disiagakan.
Sementara itu, dari sisi TNI, Pasi Ops Kodim 1714/Puncak Jaya Kapten Inf Daniel Sine menyatakan komitmen penuh.
"TNI siap mendukung penuh Operasi Ketupat Noken 2026," ujarnya.
Dukungan itu diwujudkan dalam pengamanan terpadu bersama Polri. Mulai dari pengaturan lalu lintas, patroli, pemantauan stok BBM, hingga kesiapsiagaan bencana. Harapannya, sinergi semua pihak ini bisa menciptakan situasi yang kondusif. Masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang, dan stabilitas nasional tetap terjaga.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing