“Jasa Marga seluruh ruasnya siap, bahkan dalam dua hari terakhir sempat fungsional termasuk Japek II Selatan juga kami nyatakan siap,” tegas Rivan.
Sementara untuk penyeberangan, ada terobosan baru. ASDP memberlakukan sistem single ticketing di lintas Merak-Bakauheni. Kategori tiket eksekutif dihapus, semua jadi reguler. Kebijakan ini diharapkan membuat pergerakan di pelabuhan lebih lancar dan fleksibel.
“Jadi kepada seluruh masyarakat yang ingin menyeberang dari Jawa menuju Sumatera, silakan memilih waktu secara fleksibel karena tidak ada lagi nanti tiket eksekutif,” jelas Heru Widodo, Dirut ASDP.
Semua akan dilayani dengan baik dan diarahkan ke seluruh dermaga yang tersedia.
Soal keselamatan, Jasa Raharja tak mau ketinggalan. Mereka sudah memetakan 1.700 titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik. Untuk mengawal pemudik, sebanyak 2.000 personel disiagakan. Langkah antisipatif yang dianggap crucial mengingat padatnya arus.
Menutup segala penjelasan, Irjen Agus menyelipkan pesan penting untuk rekan-rekan media. Peran mereka dinilai krusial dalam menyukseskan operasi kemanusiaan ini. Media diharap jadi sumber informasi yang akurat dan menenangkan bagi publik.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, oleh sebab itu kami harus bermitra dengan media. Mari kita bekerja sama agar Operasi Ketupat 2026 berjalan luar biasa.”
Together We Can, pungkasnya.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing