Lalu, bagaimana dengan dampaknya terhadap harga? Soal ini, Bahlil terlihat realistis. Dia mengakui harga minyak mentah memang fluktuatif naik turun itu biasa. Namun, patokannya akan tetap mengikuti harga Indonesian Crude Price (ICP).
“Yang jelas kita akan mencari alternatif yang terbaik untuk bangsa kita,” tegasnya.
Artinya, meski rute berubah dan mungkin waktu pengiriman sedikit lebih lama, pemerintah berjanji akan memilih opsi yang paling menguntungkan secara ekonomi bagi Indonesia.
Namun begitu, ada satu isu panas yang tampaknya sengaja tidak disentuh dalam rapat tadi. Belakangan beredar permintaan dari Iran agar negara-negara pengimpor minyak mengusir duta besar AS jika ingin kapalnya melintas dengan aman di Selat Hormuz. Menurut Bahlil, topik yang sensitif ini sama sekali tidak masuk dalam agenda pembicaraan dengan Presiden.
“Tadi tidak sampai pembahasannya menyangkut itu,” ujarnya singkat.
Jawaban itu meninggalkan ruang tanya. Tapi setidaknya, untuk saat ini, fokus pemerintah jelas: menyiapkan plan B, mengamankan pasokan, dan memitigasi gangguan sebelum semuanya terlambat.
Artikel Terkait
Trump Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia AS, tapi Ingatkan Ancaman Keselamatan
Miliano Jonathans Dipastikan Absen Hingga Akhir 2026 Akibat Cedera ACL
KPK Beberkan Peran Sentral Stafsus Menag dalam Skema Fee Percepatan Haji
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu