Lalu, bagaimana dengan isu subsidi energi? Soal ini, pemerintah ternyata belum punya angka pasti. Bahlil mengaku perhitungan tambahan anggaran subsidi masih menunggu perkembangan harga minyak dunia. Situasinya dinamis.
Ia pun menjabarkan datanya. Rata-rata harga minyak dari Januari hingga kini, katanya, belum tembus 70 dolar AS per barel. Memang sempat ada lonjakan dalam beberapa hari terakhir, bahkan nyaris sentuh 112 dolar. Namun begitu, harga sudah kembali melandai.
"Kemarin kan di bawah 70 USD. Nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi 80-90, ada yang 112 USD per barrel," jelas Bahlil.
Sekarang? Harganya sudah turun lagi, berada di bawah angka 100 dolar AS. "Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah 100 USD. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," pungkasnya. Jadi, semua masih dalam pemantauan.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang
Basarnas Cari Pelajar 14 Tahun Diduga Terseret Ombak di Pantai Carita
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak
Korlantas dan Kemenhub Gelar Doa Bersama Jelang Operasi Ketupat 2026