Cahaya Surya Mulai Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

- Minggu, 14 Desember 2025 | 20:00 WIB
Cahaya Surya Mulai Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

Di tengah kondisi Aceh Tamiang yang masih terisolasi pasca banjir bandang, cahaya dari panel surya kini mulai menyala di beberapa titik pengungsian. PT Pertamina baru saja merampungkan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah posko. Bantuan ini jadi angin segar bagi pengungsi yang selama ini bergantung pada genset dengan bahan bakar terbatas.

Total ada tujuh paket PLTS yang dipasang. Masing-masing unit punya kapasitas 590 Watt peak, dilengkapi inverter 1.000 Watt peak dan baterai berkapasitas 2.000 Watt hour. Tak cuma itu, turut disalurkan tujuh paket lampu LED bertenaga surya berdaya 40 watt. Semua peralatan itu didatangkan langsung dari Jakarta.

Proses pemasangannya sendiri ditangani langsung oleh teknisi dari tim Perwira Pertamina Peduli. Mereka merakit komponen-komponennya di lokasi. Dalam waktu beberapa jam, listrik pun mulai mengalir, menerangi tenda-tenda pengungsi yang sebelumnya gelap gulita.

Menurut Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. PLTS di posko Karang Baru sudah beroperasi sejak Sabtu lalu.

"Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana," jelas Baron melalui keterangan tertulisnya pada Minggu (14/12/2025).

Baron menambahkan, kehadiran listrik dari tenaga matahari ini sangat membantu, terutama untuk aktivitas di malam hari. Pengungsi dan relawan kini bisa mengisi daya ponsel alat komunikasi utama mereka. Setiap unit diklaim mampu menyediakan penerangan hingga delapan jam per hari.

Relawan di lapangan, M. Abassi Ali Bilhadj, mengungkapkan proses perakitan yang relatif singkat, hanya sekitar dua jam. Setelah diuji, PLTS langsung bisa digunakan.

"Terharu sekali, di tengah penghematan pemanfaatan BBM untuk genset. Hadirnya PLTS ini sangat membantu pengungsi sehingga bisa melaksanakan aktivitas ibadah dan kegiatan membaca buku untuk anak-anak di malam hari dengan tenang. PLTS ini ibarat cahaya harapan di tenda pengungsian," tutur Abassi, menggambarkan suasana haru di lokasi.

Kondisi di Aceh Tamiang memang masih memprihatinkan. Sudah dua pekan berlalu, akses ke sebagian besar wilayahnya masih sangat terbatas. Hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki atau, paling banter, menggunakan sepeda motor. Hal ini otomatis memperlambat distribusi bantuan.

Keterbatasan itu bukan cuma soal makanan. Listrik padam, air bersih juga langka. Di tengah situasi seperti inilah, relawan Pertamina Peduli berusaha hadir. Bantuan yang disalurkan beragam, mulai dari pasokan BBM dan LPG, solusi kelistrikan lewat panel surya, hingga dukungan kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan hidup mendasar lainnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler