"Di situ ada radar yang bisa menghitung kendaraan per jam. Kalau sudah tembus 5.500 kendaraan, kami lapor Bapak Kapolri untuk eksekusi contraflow satu lajur. Jika naik ke 6.400, kita buka dua lajur," paparnya.
"Jika masih antre panjang, kita terbangkan drone untuk pantau flow-nya sebelum memutuskan one way sepenggal dari KM 70 sampai KM 236 arah Pejagan."
Fokus pengamanannya sendiri dibagi lima klaster, sesuai arahan Kapolri. Cakupannya luas banget: jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, pelabuhan, bandara, stasiun, tempat ibadah, sampai lokasi wisata. Intinya, menjangkau seluruh wilayah.
"Esensi Operasi Ketupat ini adalah memastikan negara hadir," imbuh Irjen Agus. "Tidak hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga perayaan Nyepi di Bali semuanya aman."
Operasi resminya berjalan 13 hari, dari 16 hingga 28 Maret 2026. Tapi jangan kira personelnya baru bergerak nanti. Sejak Kamis malam lalu, pergeseran pasukan ke pos-pos pengamanan sudah dimulai. Persiapan mereka, ternyata, tak menunggu hari H.
Artikel Terkait
TNI AD Turunkan Status Siaga dari Satu ke Tiga Jelang Idul Fitri
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang
Basarnas Cari Pelajar 14 Tahun Diduga Terseret Ombak di Pantai Carita
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak