Makan Bergizi Gratis di Sekolah Perkuat Solidaritas dan Gairah Belajar

- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30 WIB
Makan Bergizi Gratis di Sekolah Perkuat Solidaritas dan Gairah Belajar

Relasi antara guru dan siswa pun ikut berubah. Aktivitas makan bersama menciptakan momen non-formal yang mempertemukan kedua pihak dalam suasana yang lebih setara dan manusiawi. Interaksi seperti ini memperkuat apa yang disebut sebagai ‘psychological safety’ atau rasa aman secara psikologis pondasi penting untuk pembelajaran yang mendalam.

Kesimpulan ini bukan tanpa bukti. Riset dari Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia pada Maret 2026, serta kajian Research Institute of Socio-Economic Development di bulan sebelumnya, mengarah pada temuan yang sama.

Studi itu melibatkan 1.267 sampel termasuk siswa, guru, orang tua, dan pengelola dapur di 30 sekolah yang tersebar di lima wilayah: Kota Kupang, Depok, Kabupaten Sukabumi, Garut, dan Pesisir Selatan. Intinya? Program MBG terbukti memperkuat kebersamaan di antara seluruh warga sekolah.

Namun begitu, manfaatnya tak berhenti di situ. Dari sisi ekonomi, program ini cukup meringankan beban orang tua, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

Data riset menunjukkan hal yang menarik: sekitar 72 orang tua melaporkan anaknya kini lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi. Sementara 55 orang tua lainnya menyatakan anak mereka jadi lebih mudah menerima variasi makanan yang sebelumnya sering ditolak. Sebuah perubahan kecil yang dampaknya bisa sangat besar untuk masa depan.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar