JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah ternyata bukan sekadar urusan perut kenyang. Menurut sejumlah pakar dan kajian sosiologi terbaru, inisiatif ini justru memupuk hal yang lebih mendasar: solidaritas dan semangat belajar anak-anak. Temuan ini sejalan dengan kajian Kemendikdasmen yang menempatkan MBG sebagai fondasi baru untuk pendidikan bermutu di Indonesia.
Sosiolog Musni Umar melihat peran sosial dari program ini cukup kentara. Menurutnya, MBG membangun interaksi sekaligus mendongkrak gairah belajar di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, Toni Toharudin dari Kemendikdasmen punya pandangan serupa. Baginya, MBG adalah fondasi baru untuk menciptakan pendidikan yang benar-benar berkualitas.
Dampaknya, kata Toni, merembet ke budaya sekolah secara keseluruhan. Makan bersama menciptakan ruang interaksi yang lebih inklusif dan erat.
Pengalaman sosial semacam ini dianggap krusial untuk membangun empati, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab. Singkatnya, MBG membuka peluang bagi sekolah untuk menciptakan budaya belajar yang lebih sehat dan positif.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Aliran Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
DPR Desak Pemerintah Siapkan DIM untuk Percepatan RUU Pengelolaan Keuangan Haji
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor
DK PBB Sahkan Resolusi Tegas, Desak Iran Hentikan Serangan di Teluk dan Selat Hormuz