Serangan ini seolah menjadi babak baru yang mencemaskan. Sejak awal Maret, ketegangan sudah memanas. Iran sebelumnya telah menggempur sejumlah pangkalan militer AS dan Israel di kawasan itu, tak lupa juga serangan terhadap negara-negara tetangga. Semua ini dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel ke target di Iran pada bulan lalu.
Nada ancaman pun semakin keras terdengar dari sayap militer Iran, Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi (IRGC). Mereka bersumpah akan membalas tanpa henti.
"Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan," janji Pasukan Quds dalam sebuah pernyataan.
Sehari sebelumnya, Rabu (11/3), mereka telah menyampaikan kecaman keras. Serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari itu dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Pernyataan itu menegaskan posisi mereka yang tak akan berkompromi.
Artikel Terkait
Kapolri Listyo Sigit Buka Puasa Bersama PB SEMMI, Tekankan Sinergi dengan Kampus
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman untuk 23 Hari ke Depan
KPK Tahan Mantan Menag Yaqut, Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polri dan TNI Andalkan ETLE, Drone, dan Bodycam untuk Amankan Mudik Lebaran 2026