Langit Jakarta mulai berwarna jingga ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tiba di Hotel Aryaduta, Gambir. Baru saja memimpin apel pasukan Operasi Ketupat di Monas, Sigit langsung meluncur ke acara buka puasa bersama. Kali ini, yang menjadi tuan rumah adalah Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, atau PB SEMMI. Bagi Sigit, momen Ramadan seperti ini bukan cuma soal silaturahmi, tapi juga peluang memperkuat jembatan antara Polri dan kalangan kampus.
Acara yang mengusung tema 'Bersatu di Bulan Suci Ramadhan Wujudkan Asta Cita' itu sendiri sudah ramai sejak sore. Sekitar pukul 17.45 WIB, Sigit turun dari mobilnya, langsung disambut hangat. Tampak hadir Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva, dan tentu saja Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra.
Rupanya, Kapolri tak datang sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat puncak Mabes Polri. Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan ada di situ, begitu pula As SDM Irjen Anwar dan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim. Kadiv Humas Johnny Eddizon Isir dan Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana juga turut meramaikan. Mereka semua duduk bersama ratusan peserta kurang lebih 500 orang menunggu waktu azan Magrib.
Dalam pandangan Sigit, forum semacam ini punya arti strategis. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, peran pemuda dan kaum intelektual dinilainya krusial untuk merawat persatuan. Apalagi, semangat kebersamaan itu sejalan dengan upaya mencapai target pembangunan nasional, yang kita kenal sebagai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Sinergi dengan mahasiswa ini penting. Mereka adalah penerus bangsa, mata dan telinga di lapangan," begitu kira-kira penekanan Kapolri dalam sambutannya.
Namun begitu, acara ini tak berhenti pada pidato dan hidangan berbuka. Ada aksi nyata yang coba dihadirkan. Menjelang buka puasa, Kapolri secara simbolis menyerahkan santunan dan paket sembako. Sebanyak 50 paket kebutuhan pokok beras, minyak, gula, dan lain-lain disiapkan untuk warga yang membutuhkan. Tak ketinggalan, 50 paket santunan lain juga dibagikan khusus untuk anak yatim.
Suasana pun terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Dari apel ketupat di Monas yang penuh kesigapan, ke buka puasa di Aryaduta yang sarat keakraban. Dalam satu sore, Jenderal Sigit seolah menunjukkan dua sisi yang berbeda, namun sama-sama penting: ketegasan dalam penugasan, dan kelembutan dalam kebersamaan.
Artikel Terkait
Jalur Selatan Garut di Bungbulang Kembali Normal Setelah Longsor, Pengendara Diminta Tetap Waspada
Empat Libur Nasional dan Dua Cuti Bersama Warnai Bulan Mei 2026
DPRD DKI Hormati Proses Hukum Tersangka Longsor Bantargebang, Soroti Tata Kelola Sampah yang Tak Kunjung Membaik
Warga Nganjuk Tabrakkan Motor ke Perampok Bersajam, Selamat dari Maut Usai Lembur Tengah Malam