Tak cuma soal anggaran, Purbaya juga menyinggung target produksi migas. Pemerintah, kata dia, bakal berupaya memenuhi target lifting. Tujuannya jelas: menekan ketergantungan pada impor.
Sementara itu, dari internal Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu turut angkat bicara. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau situasi dengan ketat, terutama dampak konflik geopolitik terhadap harga energi global.
"Kami terus akan pantau seperti sering dijelaskan, APBN terus kami kelola dari sisi penerimaan bagus sekali pertumbuhannya dalam dua bulan pertama 2026 dan juga belanja akan selalu kami kelola sedemikian rupa," tegas Febrio.
Jadi, untuk saat ini, sinyal dari pemerintah terasa cukup jelas. Mereka memilih untuk menunggu dan melihat, sambil bersiap dengan berbagai skenario. Semuanya bergantung pada arah pergerakan harga minyak di pasar dunia dalam beberapa waktu ke depan.
Artikel Terkait
Petisi 1 Juta Tanda Tangan Desak Heeseung Tetap di ENHYPEN Meski Fokus Solo
Kapolri Tinjau Persiapan Pengamanan Mudik 2026, Soroti Aturan Lalin dan Stabilitas Harga
Kapolri Tekankan Soliditas dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas
Pemerintah Klaim Kesiapan Infrastruktur Jalan Mudik Lebaran 2026 Sudah Dipastikan