“Jadi kita memang tidak hanya di kantor. Saat ini kita konsen, misalnya, di titik-titik penyeberangan,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, perhatian juga dicurahkan ke kawasan destinasi wisata. Haris menilai tempat-tempat wisata berpotensi mengalami kepadatan yang luar biasa selama liburan. Karena itu, mitigasi risiko perlindungan asuransi harus lebih intensif bagi para pengunjung.
“Di tempat-tempat wisata, kami memastikan setiap titik sudah terjamin oleh Jasa Raharja Putera. Soalnya, di situlah titik keramaian terkonsentrasi sekarang. Kita harus sadar akan hal itu, supaya masyarakat yang berwisata sudah dipastikan keterjaminannya,” tambah Haris.
Haris berharap upaya ini bisa mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, dari berangkat sampai pulang ke rumah masing-masing. “Bagi kami, tentu harapannya supaya semuanya aman,” ujarnya.
Acara pelepasan tim monitor itu sendiri juga dihadiri oleh sejumlah pejabat. Turut hadir Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Direktur Utama Jasa Marga. Tim monitor rencananya akan memantau langsung kondisi di jalur-jalur utama seperti Pelabuhan Merak, Cikampek, Cirebon, hingga Tegal. Pemantauan akan berlangsung mulai 13 hingga 28 Maret 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Dua Turis Tewas Tersapu Banjir di Queensland, Australia
Polda Sumsel dan Pertamina Perketat Pengamanan Distribusi BBM Jelang Mudik Lebaran
Konflik Timur Tengah 2026 Pukul Pariwisata Indonesia, Penerbangan dan Kunjungan Wisatawan Anjlok
DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Serentak Campak di Maret 2026