Nyaris pukul sepuluh pagi, MY kembali mencari momen. Kali ini, dia melihat AS keluar rumah. Dalam perjalanan menuju lokasi, dengan dingin dia memungut sebatang kayu berpaku dan sebuah batu besar.
Pintu rumah AB ternyata tidak dikunci. Dengan leluasa, MY masuk dan bersembunyi di kamar sebelah. Dari sana, dia mengintip. Apa yang dilihatnya AS dan AB sedang berpelukan membuat emosinya meledak. Saat itulah dia memutuskan untuk bertindak.
Dengan kayu berpaku itu, MY menghantam kepala AB. Pukulan keras itu sampai membuat kayunya patah. Korban pun sempat melawan, namun saat AB mulai oleng, perhatian MY beralih ke mantannya.
Dia menghunuskan pisau dapur yang sudah disiapkan sebelumnya ke punggung AS. AB yang terluka parah sempat keluar rumah mencari bantuan warga, tapi nyawanya tak tertolong.
Usai aksi brutal itu, MY justru memilih menyerahkan diri ke Polresta Barelang. Kisah tragis ini pun berakhir di balik jeruji, meninggalkan duka dan tanda tanya besar tentang batas-batas cinta dan kepemilikan.
Artikel Terkait
Telkom Pangkas Anak Usaha dari 60 Jadi Hanya 14 Entitas
Tiga Bulan dalam Isolasi, Terpidana Mutilasi Mojokerto Dijauhkan dari Tahanan Lain
DPR Sahkan Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Asas Nirlaba Dihapus
Gubernur Sulsel Desak Penghentian Konflik Timur Tengah demi Keamanan Jemaah Umrah